📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Menyambung postingan sebelumnya tentang: Bermain, Cara Anak Belajar Kehidupan. Berikut ini sambungannya, selamat membaca:
Arti Bermain Pada Anak
Jenis Permainan Anak
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka kita tentu tidak boleh salah langkah dalam menentukan jenis permainan yang tepat diberikan pada anak-anak. Menurut Caillois permainan itu dibagi menjadi empat bagian.
(a) Agon. Jenis permainan ini mencakup semua bentuk permainan yang bersifat pertandingan atau perlombaan. Dalam pelaksanaannya, kedua pihak yang berlawanan memperoleh hak dan kesempatan yang sama. Hal ini diatur oleh peraturan. Karena itu wasit yang mengatur jalannya pertandingan menjalankan tugasnya tanpa niat memihak. Tujuan akhir ialah mencapai kemenangan. Karena itu, perjuangan fisik begitu menonjol seperti terungkap dalam kualitas kemampuan organ tubuh berfungsi, misalnya kecepatan, daya tahan, dll.
(b) Alea. Dalam bahasa Latin kata ini digunakan untuk permainan memakai dadu. Istilah ini digunakan untuk menamakan sekelompok permainan yang hasilnya bersifat untung-untungan atau keberuntungan salah satu pihak. Dalam pelaksanaanya, si pemain cenderung pasif dan tak memperagakan kemampuannya yang bersumber pada penguasaan keterampilan, otot, atau kecerdasan.
(c) Mimikri. Jenis ini mencakup semua bentuk permainan yang mengandung ciri pokok bermain seperti dikemukakan Huizinga yaitu kebebasan, batasan waktu dan ruang, dan bukan sungguhan. Tersirat didalamnya ilusi, imajinasi, dan interpretasi. Semua jenis permainan anak-anak yang cenderung berperan berpura-pura, seperti main perang-perangan, memanusiakan benda, dan memperlakukan satu objek dengan fungsi lain (misalnya, kursi, sebagai mobil) tergolong jenis mimikri.
(d) Ilinx. Jenis ini mencakup semua bentuk permainan yang mencerminkan pelampiasan keinginan untuk bergerak, bertualang, dan dalam wujud kegiatan dinamis, sebagai lawan dari keadaan diam, stabil atau seimbang. Mendaki gunung, olah raga di alam terbuka, permainan ayunan anak-anak, merupakan contoh dari permainan yang termasuk kategori keempat.
Penutup
Keberadaan anak dan bermain merupakan sesuatu yang patut kita cermati secara benar dalam membangun keutuhan seorang anak. Bermain itu sendiri adalah aktivitas yang menyenangkan dan merupakan kebutuhan yang melekat dalam diri setiap anak. Dengan demikian anak dapat belajar berbagai keterampilan dengan senang hati, tanpa merasa terpaksa atau dipaksa untuk mempelajarinya.
Bermain merupakan jembatan bagi anak dari belajar secara informal menjadi formal. Dalam bahasa Mayke S. Tedjasaputra (2001), bermain dapat bermanfaat untuk perkembangan fisik; motorik kasar dan motorik halus; aspek sosial; aspek emosi dan kepribadian; aspek kognisi; mengasah ketajaman penginderaan; mengembangkan keterampilan olahraga dan menari; sebagai media terapi; dan lainnya.
Akhirnya masihkah orang dewasa akan bersikap “memaksa” keinginannya yang akan merampas dunia bermain anak-anak yang sejatinya adalah buah hati dan dambaan orang tua di masa yang akan datang. Kalau bukan sekarang, lantas kapan lagi kita mau memberi ruang bermain yang cukup pada anak-anak kita? Wallahu’alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.
Arti Bermain Pada Anak
Jenis Permainan Anak
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka kita tentu tidak boleh salah langkah dalam menentukan jenis permainan yang tepat diberikan pada anak-anak. Menurut Caillois permainan itu dibagi menjadi empat bagian.
(a) Agon. Jenis permainan ini mencakup semua bentuk permainan yang bersifat pertandingan atau perlombaan. Dalam pelaksanaannya, kedua pihak yang berlawanan memperoleh hak dan kesempatan yang sama. Hal ini diatur oleh peraturan. Karena itu wasit yang mengatur jalannya pertandingan menjalankan tugasnya tanpa niat memihak. Tujuan akhir ialah mencapai kemenangan. Karena itu, perjuangan fisik begitu menonjol seperti terungkap dalam kualitas kemampuan organ tubuh berfungsi, misalnya kecepatan, daya tahan, dll.
(b) Alea. Dalam bahasa Latin kata ini digunakan untuk permainan memakai dadu. Istilah ini digunakan untuk menamakan sekelompok permainan yang hasilnya bersifat untung-untungan atau keberuntungan salah satu pihak. Dalam pelaksanaanya, si pemain cenderung pasif dan tak memperagakan kemampuannya yang bersumber pada penguasaan keterampilan, otot, atau kecerdasan.
(c) Mimikri. Jenis ini mencakup semua bentuk permainan yang mengandung ciri pokok bermain seperti dikemukakan Huizinga yaitu kebebasan, batasan waktu dan ruang, dan bukan sungguhan. Tersirat didalamnya ilusi, imajinasi, dan interpretasi. Semua jenis permainan anak-anak yang cenderung berperan berpura-pura, seperti main perang-perangan, memanusiakan benda, dan memperlakukan satu objek dengan fungsi lain (misalnya, kursi, sebagai mobil) tergolong jenis mimikri.
(d) Ilinx. Jenis ini mencakup semua bentuk permainan yang mencerminkan pelampiasan keinginan untuk bergerak, bertualang, dan dalam wujud kegiatan dinamis, sebagai lawan dari keadaan diam, stabil atau seimbang. Mendaki gunung, olah raga di alam terbuka, permainan ayunan anak-anak, merupakan contoh dari permainan yang termasuk kategori keempat.
Penutup
Keberadaan anak dan bermain merupakan sesuatu yang patut kita cermati secara benar dalam membangun keutuhan seorang anak. Bermain itu sendiri adalah aktivitas yang menyenangkan dan merupakan kebutuhan yang melekat dalam diri setiap anak. Dengan demikian anak dapat belajar berbagai keterampilan dengan senang hati, tanpa merasa terpaksa atau dipaksa untuk mempelajarinya.
Bermain merupakan jembatan bagi anak dari belajar secara informal menjadi formal. Dalam bahasa Mayke S. Tedjasaputra (2001), bermain dapat bermanfaat untuk perkembangan fisik; motorik kasar dan motorik halus; aspek sosial; aspek emosi dan kepribadian; aspek kognisi; mengasah ketajaman penginderaan; mengembangkan keterampilan olahraga dan menari; sebagai media terapi; dan lainnya.
Akhirnya masihkah orang dewasa akan bersikap “memaksa” keinginannya yang akan merampas dunia bermain anak-anak yang sejatinya adalah buah hati dan dambaan orang tua di masa yang akan datang. Kalau bukan sekarang, lantas kapan lagi kita mau memberi ruang bermain yang cukup pada anak-anak kita? Wallahu’alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.
Tags
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books / KBM App — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook

PENA MILYARDER: Kisah, Rahasia Sukses, dan Panduan Menjadi Penulis 1 Milyar di KBM App dari Nol - Arda Dinata
Beli / Baca
STRATEGI PRODUKTIF MENULIS UPDATE - Arda Dinata
Beli / Baca
RAHASIA SANG PENULIS (Seri 1) - Arda Dinata
Beli / Baca
SERUNI: KETIKA DIAM BUKAN LAGI PILIHAN - Arda Dinata
Beli / Baca
Harga Diriku Kau Gadaikan demi Perempuan Itu - Arda Dinata
Beli / Baca
ISTRIKU TAK TAHU AKU PENGUSAHA EMAS - Arda Dinata
Beli / Baca
ISTRIKU BUKAN MALAIKAT, TAPI AKU JUGA TIDAK SUCI - Arda Dinata
Beli / Baca
WARISAN MIMPI TERLARANG - Arda Dinata
Beli / Baca
RETAKAN RUMAH TANGGA: Sebuah Perjalanan Emosional yang Intim dan Mendalam - Arda Dinata
Beli / Baca
IKATAN BUKAN CINTA BIASA - Arda Dinata
Beli / Baca
HIJAB YANG BELUM SAMPAI KE HATI: Ketika Cinta Seorang Ustadz Menjadi Cermin yang Paling Kejam - Arda Dinata
Beli / Baca
DOA YANG TIDAK BUTUH SINYAL: Kisah Tiga Jiwa yang Tersesat di Era AI dan Menemukan Jalan Pulang di Bulan Ramadhan" - Arda Dinata
Beli / Baca
AL-WARID: JEJAK CAHAYA DI ANTARA DUA ZAMAN - Arda Dinata
Beli / Baca
MERAJUT CINTA ALLAH - Arda Dinata
Beli / Baca
TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI - Arda Dinata
Beli / Baca
SURGA PERKAWINAN - Arda Dinata
Beli / Baca
KELUARGA PENUH CINTA - Arda Dinata
Beli / Baca
SEKOLAH KEHIDUPAN - Arda Dinata
Beli / Baca
BERMESRAAN DENGAN KEBAIKAN - Arda Dinata
Beli / Baca
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK: Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk - Arda Dinata
Beli / BacaIdentifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / Baca
