📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
"Apa yang ada itu sudah cukup untuk kita tulis. Menulislah dengan apa yang ada dalam diri, apa yang dilihat, apa yang dirasakan, dan apa yang direnungkan diri Anda. Menulis itu tidak sama dengan berpikir. Menulis itu bukan memikirkan, tapi menuliskan sesuatu. Menulis itu adalah menuangkan pikiran yang ada dalam diri Anda lewat rangkaian tulisan." ~Arda Dinata.Ketika kita terus-terusan berpikir apa yang ingin kita tuliskan, maka saya bisa memastikan diri Anda tidak akan menulis-menulis. Sebab, kita masih ada dalam ranah berpikir. Menulislah seperti Anda menyapa dan menjawab pertanyaan dari seseorang. Artinya tuangkan isi pikiran Anda itu lewat rangkaian kata-kata menjadi kalimat. Susunan kalimat-kalimat itu akan menjadi alinea. Dan rangkaian alinea-alinea itu akan membentuk tulisan utuh yang menginformasikan isi pikiran sang penulisnya.
Anda akan berkata, "Tapi saya sulit menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan Kang Arda?" Apa yang Anda rasakan itu, banyak diamini oleh mereka yang mau belajar menulis. Kira-kira apa penyebabnya ya?
"Yups! Anda benar, karena Anda tidak membiasakan diri setiap hari. Latihlah terus dengan menuliskan apa yang ingin Anda ungkapkan kepada orang lain itu lewat tulisan. Tidak usaha panjang-panjang pada awalnya. Cukup dua sampai tiga kalimat saja setiap hari. Lama-lama Anda akan menambah sendiri rangkaian kalimat yang Anda tuliskan." Papar saya kepada calon penulis itu, sambil saya menceritakan hal itu pun saya alami pada awal-awal membiasakan belajar menulis.
Untuk itu, agar Anda bisa membiasakan diri kita mampu menuliskan isi pikiran, tidak lain jalannya adalah dengan kita rajin-rajin membaca, membaca, membaca, dan menuliskan apa yang telah kita baca sesuai kadar apa yang tertangkap dalam pikiran kita.
Semakin banyak bahan bacaan yang diserap oleh otak kita, maka pembendaharaan kata yang ada dalam pikiran kita pun akan bertambah terus. Dan kondisi seperti ini yang dilakukan terus menerus, maka akan melancarkan diri kita pada saat menulis menuangkan isi pikiran kita. Coba Anda banyangkan, kalau kita tidak banyak membaca, maka apa yang akan kita tuangkan dalam tulisan Anda tersebut? Jadi, membaca dan menulis itu adalah satu paket yang harus terus dipelihara, bila Anda ingin menjadi penulis sukses.
Saran saya lainnya adalah ketika Anda menuangkan isi pikiran lewat tulisan, hendaknya Anda fokus pada saat menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan itu. Tulis saja terus apa yang ingin Anda ungkapkan. Menulis secara bebas, seperti ketika Anda berbicara. Berbicaralah Anda dalam hati, sedangkan jari-jari Anda menari menuliskan setiap kata-kata yang Anda ungkapkan dalam hati itu. Rasakanlah.....! Bagaimana begitu mengalirnya aliran kata dan kalimat yang Anda ungkapkan itu, seperti ketika Anda menuangkan isi air dari dalam teko ke dalam gelas. Seperti itulah lancarnya menuliskan isi pikiran dalam otak Anda ke dalam tulisan. Anda memang luar biasa...!
Lakukan terus kebiasaan membaca, membaca, membaca, dan menulis-menulis-menulis itu sampai menjadi kebiasaan sehari-hari. Maka, Anda akan mengatakan, "Ternyata menulis itu, tidaklah sesulit yang Anda bayangkan sebelumnya. Ketika belum membisakan membaca dan menulis itu seperti kebutuhan makan dan minum yang harus kita lakukan sehari-hari."
Langkah selanjutnya, agar tulisan yang kita tuliskan itu menjadi tulisan yang bagus, tentu Anda harus belajar memoles tulisan yang sudah kita tulis. Artinya, sebelum tulisan kita dikonsumsi oleh orang banyak, maka Anda harus membaca ulang ketika tulisan yang utuh itu selesai kita buat. Barang kali ada salah ketik, salah tanda baca, kurang huruf, dan lainnya. Lalu, setelah itu kita baca lagi, apakah kalimatnya enak didengar dan mengalir saat dibaca? Poleslah setiap kata dan kalimat yang kurang enak di dengar dan menghambat saat orang membaca tulisan tersebut.
Dalam hal ini, patut kita renungkan (bagi para penulis) yang ingin tulisannya menjadi bagus, apa yang dikatakan Dean Koontz, seorang novelis, saat mengantarkan buku Tales of the Impossible-nya David Copperfield, beliau mengungkapkan, "Semakin sering orang menulis dan semakin sering pula orang memikirkan tulisannya, semakin bagus jualah karyanya."
Hal itu, ternyata diamini juga oleh Hernowo, penulis Mengikat Makan, dalam bukunya Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza, "Saya sebenarnya malu untuk mengakui hal ini. Kadang, saya tak lelah-lelah dan tak jemu-jemu membaca berulang-ulang tulisan-tulisan mentah saya. Mungkin, bisa jadi, ada yang saya baca kembali hingga lima tau tujuh kali. Apakah karena kecenderungan saya membaca ulang, hingga beberapa kali, tulisan saya itu lantas saya ingin agar tulisan saya menjadi bagus? Entahlah." Itulah ungkapan Hernowo dalam bukunya yang begitu mengalir ketika dibaca.
Itulah di antara kiat yang bisa dilakukan agar tulisan kita menjadi bagus. Semakin kita terus membaca, menulis, dan membaca lagi, menulis lagi, maka otot-otot kecerdasan menulis itu akan terus tergali dan terpelihara, sehingga tulisan yang dihasilkan semakin bagus dan berkualitas. Akhirnya, saya berharap tulisan ini memberi manfaat bagi Anda dan semoga kita terbiasakan dalam budaya membaca-menulis setiap hari.
Pangandaran, 11062015
Salam Inspirasi....
Arda Dinata, selalu membaca-menulis, penggagas dan penggiat Arda Republik Inspirasi (ARI) Indonesia, serta pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.miqraindonesia.com.
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca