Bagaimana Membuat Asumsi dalam Pembahasan Penelitian?
Arda Dinata
– Dilihat
... Bab
📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
"Pak Arda mau nanya cara kita buat asumsi di pembahasan penelitian gimana ya syaratnya atau ada kriteria apa saja?" (Milza Oka Yussar, di Banda Aceh).
**
Makasih pertanyaannya buat Milza Oka Yussar, di Banda Aceh atas pertanyaanya yang disampaikan lewat WA japri saya. Berikut ini, coba kita uraikan seputar asumsi dalam pembahasan penelitian.
Sejak duduk di bangku Perguruan Tinggi (Strata 1 bahkan D3), dalam tugas akhirnya, kita diwajibkan untuk membuat suatu karya tulis ilmiah. Saat itulah secara teoritik dan pragmatik kita mengetahui dan terjun langsung ke dalam dunia peneilitian. Penelitian yang kita lakukan didasari atas rasa keinginantahuan sebagai manusia terhadap suatu hal. Rasa ingin tahu manusia itu merupakan produksi otak khas manusia. Otak manusia mempunyai kemampuan untuk menerima, mengorganisasikan dan menyimpan data, lebih besar dari sekedar kemampuan mempertahankan hidup saja.
Dalam penelitian kita diharuskan untuk menyusun asumsi. Hal ini sebagai stimulus, agar kita mencari pembuktiaan sebuah kebenaran ilmiah. Dalam menyusun asumsi ini kita tidak boleh sembarangan, akan tetapi kita harus melihat konteks atau objek yang kita teliti.
Asumsi adalah kenyataan penting yang dianggap benar, tapi belum terbukti kebenaran. Suatu kejadian atau situasi yang dianggap benar, sehingga kebenarannya tidak diragukan. Ini tidak sama dengan hipotesis, karena asumsi tidak memerlukan pengujian atau pembuktian.
Kalau dilihat dari pengertiannya, Asumsi adalah pernyataan yang dapat diuji kebenarannya secara empiris berdasarkan pada penemuan, pengamatan dan percobaan dalam penelitian yang dilakukan sebelumnya. Jika kita berbicara mengenai asumsi, maka tidak terlepas keterkaitan antara asumsi, postulat dan prinsip. Lalu, apa itu postulat dan prinsip itu?
Pengertian Postulat adalah pernyataan yang kebenarannya tidak perlu diuji sebab sudah diterima oleh umum. Contoh: Matahari terbenam di sebelah barat. Sedangkan pengertian Prinsip adalah pernyataan yang berlaku umum bagi gejala tertentu dan mampu menjelaskan kejadian yang telah terjadi. Misalnya: hukum sebab akibat.
Lebih jauh, dapat dikatakan kalau asumsi ini adalah sebagai dasar dari suatu penelitian. Sebab sebuah penelitian berangkat dari asumsi. Dalam penelitian asumsi merupakan perekat atau adonan. Dikatakan perekat atau adonan karena asumsi menjadi perekat antara satu variabel dengan variabel lainnya. Asumsi dapat kita gunakan membangun suatu konstruksi bangunan penelitian yang besar. Membuat asumsi itu bisa dengan sebab akibat, tapi bisa juga tentang suatu masalah. Asumsi juga merupakan hal penting dalam menentukan paradigma penelitian. Tepatnya, keberadaan asumsi ini berguna untuk menafsirkan kesimpulan yang kita buat.
Untuk menentukan asumsi harus didasarkan atas kebenaran yang telah diyakini oleh peniliti. Sebelum menentukan asumsi peneliti harus lebih mengetahui terhadap sesuatu dengan cara berupa:
- Banyak membaca buku, surat kabar atau terbitan lain. Dalam hal ini Prof. Drs. Sutrisno Hadi MA, mengklasifikasikan bahan pustaka (yang disebut sumber acuan) menjadi dua kelompok, yaitu: (a) Sumber umum: buku, teks, ensiklopedi dan sebagainya. (b) Sumber acuan khusus: buletin, jurnal, periodikal (majalah-majalah yang terbit secara periodik), disertasi, skripsi dan sebagainya. Dari sumber acuan umum dapat diperoleh teori-teori dan konsep-konsep dasar, sedang dari sumber acuan khusus dapat dicari penemuan-penemuan atau hasil penelitian yang sudah dan sedang dilaksanakan.
- Banyak mendengar berita, ceramah, pembicaraan orang lain.
- Banyak berkunjung ke tempat (lokasi penelitian).
- Mengadakan pendugaan mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya.
Atas dasar itu, maka ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat suatu asumsi, yaitu:
- Asumsi harus operasional dan asumsi merupakan dasar bagi pengkajian teoritis.
- Asumsi harus menyatakan keadaan yang sebenarnya, bukan keadaan yang diprediksi atau seharusnya.
- Peneliti harus mengenal betul asumsi yang dipakainya dalam menyusun kerangka berpikirnya.
- Asumsi yang berbeda, maka beda juga teori yang digunakan.
- Asumsi harus dinyatakan tersurat, sebab asumsi yang tersirat terkadang menyesatkan dan menyebabkan interprestasi yang berbeda.
Pada konteks ini, kemudian dalam pembahasan penelitian itu tidak akan terlepas dari kerangka teoritis yang telah kita buat dalam bab metodologi penelitian biasanya. Jadi, keberadaan kerangka teoritis itu disusun untuk mendapatkan kerangka berpikir. Lalu, kerangka berpikir itu sendiri disusun untuk mendapatkan rumusan hipotesis. Jadi, keberadaan kerangka berpikir dan kerangka teoritis itu disusun dengan cara mengkaji teori teori dan hasil hasil penelitian sebelumnya yang relevan; menggunakan logika berpikjir deduktif (dari umum ke khusus); jika perlu menggunakan asumsi, postulat atau prinsip agar dapat mendukung suatu argumentasi yang menanyakan mengapa suatu teori atau pendekatan tertentu yang kita pilih.
Lebih jauh, dapat dikatakan dalam menyusun kerangka berpikir, ada yang mengungkapkan bahwa boleh saja dijadikan satu dengan kerangka teoritis (tidak berdiri sendiri pada bab khusus kerangka berpikir). Hal ini dilakukan, bukan saja dapat menghindari pengulangan yang tidak perlu, namun juga untuk dapat menjuruskan pemaparan landasan teori ke arah kerangka berpikir yang argumentasi.
Kesimpulan
Asumsi adalah suatu hal yang diyakini kebenarannya oleh penilti yang harus dirumuskan secara jelas yang memiliki fungsi sebagai berikut:
- Untuk memperkuat permasalahan
- Membantu peneliti dalam memperjelas, menetapkan objek penelitian, wilayah pengambilan data, instrumen pengumpulan data.
Jadi, untuk dapat merumuskan anggapan dasar, penilti harus banyak membaca buku, mendengarkan informasi dari berbagai sumber dan mengunjungi lokasi penelitian.
Moga penjelasan singkat ini bermanfaat, salam sukses berkah selalu. Aamiin. (Arda Dinata).
Sumber Bacaan:
- Husaini Usman dan Purnomo (2008). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.
- Rusdin Pohan (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Lanarka Publisher.
- Suharsimi Arikunto (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca