📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
“Bagaimana minat anda terhadap ilmu?” Jawab Syafi’i hampir senada, “Minat saya laksana orang mengumpulkan makanan yang berambisi menikmati kelezatannya secara sempurna.”@ardadinata
Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata
Nabi Saw bersabda, “Mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim.” Dalam ajaran Islam pengertian adanya keharusan menuntut ilmu mendapat tempat yang begitu luas dan luhur dalam arti rohani dan jasmani.
Aktivitas menuntut ilmu dengan bening hati, akan memposisikan ilmu menjadi saudara kembar amal. Perpaduan ilmu dan amal inilah, kunci sukses sejak masa Rasul sampai sekarang. Dan tatkala ilmu berpisah dari amal, maka kita bersiap menghadapi bencana.
Imam Malik bin Anas, mengungkapkan bahwa ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa anda mengambilnya, dan tidak ada kebaikan sedikitpun dalam diri seseorang yang menurut pandangan masyarakat ia tidak memiliki sesuatu keahlian apapun. Sementara itu, ilmu adalah cahaya yang tidak mungkin dapat diperoleh kecuali dengan hati yang khusyu –bening hati-- dan takwa.
Atas dasar itulah, mungkin kenapa Al-Ghazali mengatakan, “Awal dari ilmu pengetahuan itu adalah diam, lalu mendengarkan, kemudian menyerap, dan seterusnya mengamalkan dan menyebarluaskannya.” Al-Ghazali juga menyarankan ajarkanlah ilmumu kepada orang lain yang tidak mengetahuinya, dan belajarlah apa yang tidak engkau ketahui dari orang yang mengetahuinya. Maka, bila anda lakukan semuanya itu, niscaya anda dapat mengetahui apa yang selama ini tidak anda ketahui dan menyerap apa yang telah anda ketahui itu.
Paling tidak, kisah Imam Syafi’i saat menetap di Baghdad telah memberi kita pelajaran berharga tentang bagaimana salaf mensikapi dan menghormati serta merindukan ilmu.
“Bagaimana semangat anda menuntut ilmu?” Syafi’i ra menjawab, “Saya mendengarkan huruf seakan-akan huruf-huruf itu belum pernah saya temukan selama ini. Karena itu saya kerahkan seluruh anggota tubuh saya untuk menyimaknya.”
“Bagaimana minat anda terhadap ilmu?” Jawab Syafi’i hampir senada, “Minat saya laksana orang mengumpulkan makanan yang berambisi menikmati kelezatannya secara sempurna.”
“Dan bagaimana cara anda mencarinya?” Beliau menjawab, “Saya mencarinya laksana seorang wanita yang kehilangan anak satu-satunya di dunia ini, ia tidak memiliki apapun selain dia.” Jadi, betapa indahnya menuntut ilmu yang dilandasi dengan kebeningan hati.
Akhirnya, haruslah kita bangun kebeningan hati dalam segala lini kehidupan manusia. Karena telah nampak buah dari kebeningan hati itu dalam melejitkan derajat manusia di mata Allah Swt. Bukankah, orang yang mendapat “undangan” Allah masuk surga kelak ialah hamba-Nya yang memiliki jiwa bening?
Allah berseru dalam QS. Al-Fajr: 27-30, yang artinya “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku.” Waallahu’alam.*
Bagaimana menurut Anda?
Artikel Yang Terkait:
1. Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati
2. Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati
3. Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati
4. Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati
5. Indahnya Memimpin dengan Bening Hati
6. Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Nabi Saw bersabda, “Mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim.” Dalam ajaran Islam pengertian adanya keharusan menuntut ilmu mendapat tempat yang begitu luas dan luhur dalam arti rohani dan jasmani.
Aktivitas menuntut ilmu dengan bening hati, akan memposisikan ilmu menjadi saudara kembar amal. Perpaduan ilmu dan amal inilah, kunci sukses sejak masa Rasul sampai sekarang. Dan tatkala ilmu berpisah dari amal, maka kita bersiap menghadapi bencana.
Imam Malik bin Anas, mengungkapkan bahwa ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa anda mengambilnya, dan tidak ada kebaikan sedikitpun dalam diri seseorang yang menurut pandangan masyarakat ia tidak memiliki sesuatu keahlian apapun. Sementara itu, ilmu adalah cahaya yang tidak mungkin dapat diperoleh kecuali dengan hati yang khusyu –bening hati-- dan takwa.
Atas dasar itulah, mungkin kenapa Al-Ghazali mengatakan, “Awal dari ilmu pengetahuan itu adalah diam, lalu mendengarkan, kemudian menyerap, dan seterusnya mengamalkan dan menyebarluaskannya.” Al-Ghazali juga menyarankan ajarkanlah ilmumu kepada orang lain yang tidak mengetahuinya, dan belajarlah apa yang tidak engkau ketahui dari orang yang mengetahuinya. Maka, bila anda lakukan semuanya itu, niscaya anda dapat mengetahui apa yang selama ini tidak anda ketahui dan menyerap apa yang telah anda ketahui itu.
Paling tidak, kisah Imam Syafi’i saat menetap di Baghdad telah memberi kita pelajaran berharga tentang bagaimana salaf mensikapi dan menghormati serta merindukan ilmu.
“Bagaimana semangat anda menuntut ilmu?” Syafi’i ra menjawab, “Saya mendengarkan huruf seakan-akan huruf-huruf itu belum pernah saya temukan selama ini. Karena itu saya kerahkan seluruh anggota tubuh saya untuk menyimaknya.”
“Bagaimana minat anda terhadap ilmu?” Jawab Syafi’i hampir senada, “Minat saya laksana orang mengumpulkan makanan yang berambisi menikmati kelezatannya secara sempurna.”
“Dan bagaimana cara anda mencarinya?” Beliau menjawab, “Saya mencarinya laksana seorang wanita yang kehilangan anak satu-satunya di dunia ini, ia tidak memiliki apapun selain dia.” Jadi, betapa indahnya menuntut ilmu yang dilandasi dengan kebeningan hati.
Akhirnya, haruslah kita bangun kebeningan hati dalam segala lini kehidupan manusia. Karena telah nampak buah dari kebeningan hati itu dalam melejitkan derajat manusia di mata Allah Swt. Bukankah, orang yang mendapat “undangan” Allah masuk surga kelak ialah hamba-Nya yang memiliki jiwa bening?
Allah berseru dalam QS. Al-Fajr: 27-30, yang artinya “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku.” Waallahu’alam.*
Bagaimana menurut Anda?
Artikel Yang Terkait:
1. Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati
2. Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati
3. Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati
4. Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati
5. Indahnya Memimpin dengan Bening Hati
6. Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi dan Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.idDaftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca