📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Sikap politik Hamka menunjukkan pribadi yang marwah, punya harga diri. Ia tidak gampang tergoda oleh kekuasaan dan fasilitas. Dan inilah, kelihatannya yang hilang dalam sikap berpolitik kita saat ini.@ardadinata
Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata
Politik merupakan simpul tali yang menghubungkan manusia yang satu dengan yang lainnya. Menurut Kuntowijoyo (1997), kita tidak usah hirau dengan pernyataan bahwa “politik itu kotor”. Sebab, yang sesungguhnya kotor itu bukan politik, tapi manusianya (pelakunya). Politik adalah fitrah. Ia berada dalam garis linier dengan agama. Politik dan agama, atau agama dan politik, adalah dua hal yang tidak bertentangan. Politik adalah tata aturan hidup yang kasat mata. Namun demikian, tidak berarti hal itu dapat dipisahkan dari ruh agama. Sebaliknya, justru harus merupakan manifestasi dari sosok manusia beragama. Konsekuensinya, meski sama-sama beragama Islam, namun umat Islam berbeda dalam hal penafsiran, pemahaman, dan pengalaman agamanya. Perbedaan ini, sah-sah saja, sepanjang menyangkut furu’ (cabang), bukan menyangkut pokok seperti akidah (tauhidullah).
Di sinilah, kita harus berpolitik yang dilandasi dengan nilai-nilai Islam. Tepatnya, politik harus menjadi sarana untuk mewujudkan ajaran Islam di muka bumi. Tanpa partisipasi politik umat Islam, yang mampu menjalankan politik Islam secara benar, maka ajaran Islam sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mencapai itu, kita tentu tidak boleh terlepas dari etika Islami. Kita sependapat, untuk mencapai sesuatu hasil yang bagus, harus menggunakan cara yang bagus pula. Mustahil, sebuah partai politik (baca: berpolitik) akan mampu membela Islam dan umat Islam, jika tega menggunakan cara curang, penuh intimidasi, manipulasi, dll. yang diharamkan. Di sinilah, perlunya kita membangun kebeningan hati dalam berpolitik. Sehingga hasil yang diperoleh benar-benar bersih, dengan cara yang bersih pula serta mengandung manfaat yang penuh berkah.
Ada beberapa akhlak yang perlu dibangun untuk mencapai keindahan berpolitik dengan bening hati:
Politik merupakan simpul tali yang menghubungkan manusia yang satu dengan yang lainnya. Menurut Kuntowijoyo (1997), kita tidak usah hirau dengan pernyataan bahwa “politik itu kotor”. Sebab, yang sesungguhnya kotor itu bukan politik, tapi manusianya (pelakunya). Politik adalah fitrah. Ia berada dalam garis linier dengan agama. Politik dan agama, atau agama dan politik, adalah dua hal yang tidak bertentangan. Politik adalah tata aturan hidup yang kasat mata. Namun demikian, tidak berarti hal itu dapat dipisahkan dari ruh agama. Sebaliknya, justru harus merupakan manifestasi dari sosok manusia beragama. Konsekuensinya, meski sama-sama beragama Islam, namun umat Islam berbeda dalam hal penafsiran, pemahaman, dan pengalaman agamanya. Perbedaan ini, sah-sah saja, sepanjang menyangkut furu’ (cabang), bukan menyangkut pokok seperti akidah (tauhidullah).
Di sinilah, kita harus berpolitik yang dilandasi dengan nilai-nilai Islam. Tepatnya, politik harus menjadi sarana untuk mewujudkan ajaran Islam di muka bumi. Tanpa partisipasi politik umat Islam, yang mampu menjalankan politik Islam secara benar, maka ajaran Islam sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mencapai itu, kita tentu tidak boleh terlepas dari etika Islami. Kita sependapat, untuk mencapai sesuatu hasil yang bagus, harus menggunakan cara yang bagus pula. Mustahil, sebuah partai politik (baca: berpolitik) akan mampu membela Islam dan umat Islam, jika tega menggunakan cara curang, penuh intimidasi, manipulasi, dll. yang diharamkan. Di sinilah, perlunya kita membangun kebeningan hati dalam berpolitik. Sehingga hasil yang diperoleh benar-benar bersih, dengan cara yang bersih pula serta mengandung manfaat yang penuh berkah.
Ada beberapa akhlak yang perlu dibangun untuk mencapai keindahan berpolitik dengan bening hati:
- Niatkan secara ikhlas. Islam memandang politik sebagai bagian dari amal saleh, maka usahakanlah niatan berpolitik tidak hanya berdampak pada soal duniawi, tapi lebih dari itu menyangkut soal akhirat.
- Tidak berdusta. Berpolitik sangat potensial untuk mengobral janji dan membohongi.
- Menampilkan program-programnya dengan cara sebaik-baiknya. Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya (ihsan) dalam segala sesuatu.” (HR. Muslim).
- Tidak memaksa. Politik adalah jalan dakwah dan bukan jalan menghalalkan cara untuk meraih suara maksimal. Kita tak boleh memaksa orang lain untuk menerima, mendukung, dan memberikan hak pilihnya ke satu partai (baca: identik dengan makna QS. 2: 256).
- Tidak mengucapkan janji secara berlebihan dalam rangka menarik massa agar mendukung partainya (baca: QS. 17: 34).
- Tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, meskipun masing-masing muslim berbeda partai (baca: QS. 49: 10).
- Tidak memuji-muji sendiri atau partainya. Akhlak Islam mengharuskan agar suatu partai tidak menganggap dirinya paling baik, Islami, dan sejenisnya. Dan pada pihak lain, ia menganggap partai lain tidak ada yang benar.
- Tidak jatuh dalam ghibah, caci maki, dan kata-kata kotor.
- Memberikan kemaslahatan bagi bangsa, baik material dan atau spritual.
- Dalam aktivitas partainya, selalu ingat akan syariat yang telah diwajibkan oleh Allah SWT.
- Memberikan teladan yang baik. Nabi Saw bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya.”
Dalam hal ini, kiranya patut diteladani sikap politik Hamka –Haji Abdul Malik Karim Amrullah--. Pada pribadinya ada sisi lunak, ada juga sisi kerasnya. Jika sudah menyangkut akidah, Hamka tak kenal kompromi. Ia sangat tegas dan kosisten. Sebagai contoh, misalnya sikap Hamka terhadap perayaan Natal Bersama yang pada tahun 1970-an digalakan pemerintahan Soeharto. Selaku ketua MUI saat itu, Hamka mengeluarkan fatwa yang mengharamkan umat Islam untuk mengikuti Natal Bersama, karena merupakan ritual umat Nasrani. Ketika itu Pemerintah mendesak Hamka agar mencabut fatwanya. Tapi, ia menolaknya. Ia memilih mundur dari jabatan ketua MUI daripada harus mengikuti desakan Pemerintah.
Sikap tegas Hamka itu, tidak lain untuk menjaga integritas pribadinya sebagai ulama. Tepatnya, sikap politik Hamka menunjukkan pribadi yang marwah, punya harga diri. Ia tidak gampang tergoda oleh kekuasaan dan fasilitas. Dan inilah, kelihatannya yang hilang dalam sikap berpolitik kita saat ini.
Bagaimana menurut Anda?
Artikel Yang Terkait:
1. Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati
2. Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati
3. Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati
4. Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati
5. Indahnya Memimpin dengan Bening Hati
6. Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Sikap tegas Hamka itu, tidak lain untuk menjaga integritas pribadinya sebagai ulama. Tepatnya, sikap politik Hamka menunjukkan pribadi yang marwah, punya harga diri. Ia tidak gampang tergoda oleh kekuasaan dan fasilitas. Dan inilah, kelihatannya yang hilang dalam sikap berpolitik kita saat ini.
Bagaimana menurut Anda?
Artikel Yang Terkait:
1. Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati
2. Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati
3. Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati
4. Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati
5. Indahnya Memimpin dengan Bening Hati
6. Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi & Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.id📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books / KBM App — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook

PENA MILYARDER: Kisah, Rahasia Sukses, dan Panduan Menjadi Penulis 1 Milyar di KBM App dari Nol - Arda Dinata
Beli / Baca
STRATEGI PRODUKTIF MENULIS UPDATE - Arda Dinata
Beli / Baca
RAHASIA SANG PENULIS (Seri 1) - Arda Dinata
Beli / Baca
SERUNI: KETIKA DIAM BUKAN LAGI PILIHAN - Arda Dinata
Beli / Baca
Harga Diriku Kau Gadaikan demi Perempuan Itu - Arda Dinata
Beli / Baca
ISTRIKU TAK TAHU AKU PENGUSAHA EMAS - Arda Dinata
Beli / Baca
ISTRIKU BUKAN MALAIKAT, TAPI AKU JUGA TIDAK SUCI - Arda Dinata
Beli / Baca
WARISAN MIMPI TERLARANG - Arda Dinata
Beli / Baca
RETAKAN RUMAH TANGGA: Sebuah Perjalanan Emosional yang Intim dan Mendalam - Arda Dinata
Beli / Baca
IKATAN BUKAN CINTA BIASA - Arda Dinata
Beli / Baca
HIJAB YANG BELUM SAMPAI KE HATI: Ketika Cinta Seorang Ustadz Menjadi Cermin yang Paling Kejam - Arda Dinata
Beli / Baca
DOA YANG TIDAK BUTUH SINYAL: Kisah Tiga Jiwa yang Tersesat di Era AI dan Menemukan Jalan Pulang di Bulan Ramadhan" - Arda Dinata
Beli / Baca
AL-WARID: JEJAK CAHAYA DI ANTARA DUA ZAMAN - Arda Dinata
Beli / Baca
MERAJUT CINTA ALLAH - Arda Dinata
Beli / Baca
TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI - Arda Dinata
Beli / Baca
SURGA PERKAWINAN - Arda Dinata
Beli / Baca
KELUARGA PENUH CINTA - Arda Dinata
Beli / Baca
SEKOLAH KEHIDUPAN - Arda Dinata
Beli / Baca
BERMESRAAN DENGAN KEBAIKAN - Arda Dinata
Beli / Baca
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK: Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk - Arda Dinata
Beli / BacaIdentifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / Baca
