Bagaimana Amalan Kecil Memiliki Penghargaan Tinggi?
Arda Dinata
– Dilihat
... Bab
📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Ikhlas merupakan amalan hati yang sangat penting untuk dimiliki setiap Muslim. Ia sebagai motivator, penggerak amal dalam meraih cita-cita dan tujuan yang diridhoi Allah SWT. Ia pun sebagai katalisator, pemurni amal pada anggota tubuh dalam beribadah kepada-Nya, berhubungan dengan sesama dan lingkungannya (Abdul Aziz Ad Barbasyi; 1997).
Bagaimana Amalan Kecil Memiliki Penghargaan Tinggi?
Oleh Arda Dinata
Berbahagia dan sangat beruntung bagi orang-orang yang dalam hidupnya selalu diselimuti perilaku amal saleh. Amal saleh tidak lain merupakan buah dari iman ---cerminan iman---. Tepatnya, amal saleh adalah pelaksanaan totalitas perintah Allah dan penghindaran terhadap segala larangan-Nya. Lebih dari itu, yang terpenting amal saleh ini merupakan bekal yang paling baik untuk dibawa ke alam akherat yang kekal nanti, setelah kehidupan dunia.
Adapun yang termasuk amal saleh, dalam sebuah hadist disebutkan diantaranya berupa mendamaikan dua orang yang berselisih secara adil; membantu seseorang untuk menaiki hewan tunggangannya atau memuat barang-barangnya ke atas hewan tersebut; ucapan yang baik; menyingkirkan rintangan di jalan; tersenyum kepada sesama; dan berhubungan intim dengan istri/suami.
Berkait amal perbuatan manusia itu, Allah melihat bukan hanya besar atau kecilnya semata-mata, tetapi yang penting adalah niat dan keikhlasan hati kita. Artinya amalan hati, menurut Islam lebih utama daripada amalan yang bersifat fisik. Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh dan bentuk tubuh kamu, tetapi Dia melihat hati dan amalmu.” (HR. Muslim).
Nabi Saw bersabda, “Allah tidak menerima amalan, melainkan amalan yang ikhlas dan yang karena untuk mencari keridhoan-Nya.” (HR. Ibnu Majah).
Sementara itu, Allah berfirman, “Dan janganlah aku dihinakan pada hari berbangkit (kiamat). Pada hari yang tidak bermanfaat harta benda dan tidak pula anak-anak. Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah dengan hati yang suci.” (QS. Asy-Syu’ara: 87-89).
Secara demikian, keselamatan seseorang dari kehinaan pada hari kiamat, hanya diberikan kepada orang yang datang kepada-Nya, dengan hati yang baik lagi penuh keikhlasan.
Untuk itu, ikhlas merupakan amalan hati yang sangat penting untuk dimiliki setiap Muslim. Ia sebagai motivator, penggerak amal dalam meraih cita-cita dan tujuan yang diridhoi Allah SWT. Ia pun sebagai katalisator, pemurni amal pada anggota tubuh dalam beribadah kepada-Nya, berhubungan dengan sesama dan lingkungannya (Abdul Aziz Ad Barbasyi; 1997).
Dalam konteks ini, jelas-jelas bahwa amalan kecil yang ikhlas memiliki penghargaan tinggi dihadapan Allah, daripada amalan besar tapi diselimuti sifat riya.
Rasulullah Saw mengingatkan kita tentang bahayanya sifat riya yang bisa menyebabkan amalan akan ditolak. Sabdanya, “Saya khawatir apa yang saya takutkan akan syirik kecil menimpa atas diri kalian.” Mereka (para sahabat) bertanya: “Ya, Rasulullah, apa gerangan syirik kecil itu? Jawab Rasul, “Ia adalah riya.” (Al-Hadist).
Bagaimana menurut Anda?
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Berbahagia dan sangat beruntung bagi orang-orang yang dalam hidupnya selalu diselimuti perilaku amal saleh. Amal saleh tidak lain merupakan buah dari iman ---cerminan iman---. Tepatnya, amal saleh adalah pelaksanaan totalitas perintah Allah dan penghindaran terhadap segala larangan-Nya. Lebih dari itu, yang terpenting amal saleh ini merupakan bekal yang paling baik untuk dibawa ke alam akherat yang kekal nanti, setelah kehidupan dunia.
Adapun yang termasuk amal saleh, dalam sebuah hadist disebutkan diantaranya berupa mendamaikan dua orang yang berselisih secara adil; membantu seseorang untuk menaiki hewan tunggangannya atau memuat barang-barangnya ke atas hewan tersebut; ucapan yang baik; menyingkirkan rintangan di jalan; tersenyum kepada sesama; dan berhubungan intim dengan istri/suami.
Berkait amal perbuatan manusia itu, Allah melihat bukan hanya besar atau kecilnya semata-mata, tetapi yang penting adalah niat dan keikhlasan hati kita. Artinya amalan hati, menurut Islam lebih utama daripada amalan yang bersifat fisik. Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh dan bentuk tubuh kamu, tetapi Dia melihat hati dan amalmu.” (HR. Muslim).
Nabi Saw bersabda, “Allah tidak menerima amalan, melainkan amalan yang ikhlas dan yang karena untuk mencari keridhoan-Nya.” (HR. Ibnu Majah).
Sementara itu, Allah berfirman, “Dan janganlah aku dihinakan pada hari berbangkit (kiamat). Pada hari yang tidak bermanfaat harta benda dan tidak pula anak-anak. Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah dengan hati yang suci.” (QS. Asy-Syu’ara: 87-89).
Secara demikian, keselamatan seseorang dari kehinaan pada hari kiamat, hanya diberikan kepada orang yang datang kepada-Nya, dengan hati yang baik lagi penuh keikhlasan.
Untuk itu, ikhlas merupakan amalan hati yang sangat penting untuk dimiliki setiap Muslim. Ia sebagai motivator, penggerak amal dalam meraih cita-cita dan tujuan yang diridhoi Allah SWT. Ia pun sebagai katalisator, pemurni amal pada anggota tubuh dalam beribadah kepada-Nya, berhubungan dengan sesama dan lingkungannya (Abdul Aziz Ad Barbasyi; 1997).
Dalam konteks ini, jelas-jelas bahwa amalan kecil yang ikhlas memiliki penghargaan tinggi dihadapan Allah, daripada amalan besar tapi diselimuti sifat riya.
Rasulullah Saw mengingatkan kita tentang bahayanya sifat riya yang bisa menyebabkan amalan akan ditolak. Sabdanya, “Saya khawatir apa yang saya takutkan akan syirik kecil menimpa atas diri kalian.” Mereka (para sahabat) bertanya: “Ya, Rasulullah, apa gerangan syirik kecil itu? Jawab Rasul, “Ia adalah riya.” (Al-Hadist).
Bagaimana menurut Anda?
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi dan Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.idDaftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca