Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Pokok-Pokok dalam Mendidik Anak
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!


Pendidikan: Webster's Timeline History, 1989 - 2007Pokok-Pokok dalam Mendidik Anak
Oleh: ARDA DINATA

Sesungguhnya anak kecil itu merupakan amanat bagi setiap orangtuanya. Hatinya masih suci bersih dan kosong. Jika dibiasakan dan diajari kebajikan, ia akan tumbuh pada kebajikan dan berbahagia di dunia maupun di akhirat. Nabi SAW bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hingga lisannya fasih. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Baihaqi, Ath-Thabarani).


Untuk memudahkan pemahaman dalam proses mendidik anak, para ulama sepakat bahwa kehidupan seseorang itu dibagai beberapa fase. Mulai fase persiapan (usia sejak lahir sampai 2 tahun), fase permulaan anak-anak (2-6 tahun), fase paripurna anak-anak (6-12 tahun), fase permulaan remaja (12-15 tahun), fase pertengahan remaja (15-18 tahun), fase paripurna remaja (18-22 tahun), fase kematangan dan pemuda (22-30 tahun), fase pertengahan usia atau kejantanan (30-60 tahun), dan fase lanjut usia (dari 60 tahun ke atas).

Dalam kenyataanya, fase anak-anak dan remaja merupakan fase paling penting dalam bidang pembentukan dan pembinaan kepribadian seorang anak. Apabila seorang anak berhasil melewati fase ini dengan baik. Itu artinya ia akan hidup dengan jiwa yang sehat dan kepribadian ideal. Sebaliknya, bila tidak berhasil melewatinya, ia akan menemukan berbagai macam kesulitan dalam pembentukan jiwa, sikap dan perilaku sosial di masa yang akan datang. Hal ini didasari karena seorang anak pada usia pertama dalam hidupnya, akan banyak belajar dari pengalaman-pengalaman yang dapat membantunya berkembang secara sehat. Bila pada fase ini, seorang anak hidup dalam iklim keluarga yang tenang, penuh cinta, kasih dan sayang. Ia tentu sanggup berkembang secara sehat. Sehingga dapat beradaptasi dengan dirinya sendiri dan masyarakatnya.

Lebih jauh, keluarga yang dipenuhi rasa kasih dan sayang dan rasa saling pengertian atas dasar kepercayaan, menghormati, menghargai, cinta dan menjaga keseimbangan antara kebebasan dan pembatasan (baca: konsensus bersama antar anggota keluarga), adalah keluarga yang berhasil menampilkan sosok yang matang. Sebaliknya, keluarga yang menanamkan kebencian, kedengkian, ketakutan dan dendam pada jiwa anak-anak, adalah keluarga yang menampilkan sosok yang menyimpang, kontroversial, lemah dan bermasalah. Jadi, prinsip dasar seperti itulah yang seharusnya melekat dalam mendidik anak. Orangtua hendaknya senantiasa membingkai setiap tindakan dan perilakunya dalam oase kasih sayang. Inilah harga mahal dari proses mendidik anak.

Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan, secara hirarkis pokok-pokok dalam mendidik anak secara Islam itu meliputi tujuh tahapan tanggung jawab yang harus dilakukan orangtua dan pendidik, yaitu:

Pertama, tanggung jawab pendidikan iman.

Di dalamnya menyangkut tentang membuka kehidupan anak dengan kalimat Laa Ilaaha Illallaah; mengenalkan hukum halal dan haram kepada anak sejak dini; menyuruh anak untuk beribadah ketika telah memasuki usia tujuh tahun; dan mendidik anak untuk mencintai Rasul, keluarganya serta membaca Alquran.

Kedua, tanggung jawab pendidikan moral.

Jika sejak masa kanak-kanak, ia tumbuh dan berkembang dengan berpijak pada landasan iman kepada Allah dan terdidik untuk selalu takut, ingat, pasrah, meminta pertolongan dan berserah diri kepada-Nya, ia akan memiliki kemampun dan bekal pengetahuan di dalam menerima setiap keutamaan dan kemuliaan, di samping terbiasa dengan akhlak mulia. Sehingga dari sini, anak akan terhindar dari jeratan perilaku suka berbohong, suka mencuri, suka mencela dan mencemooh, serta terhindar dari kenakalan dan penyimpangan yang dilarang agama.

Ketiga, tanggung jawab pendidikan fisik.

Tanggung jawab ini dimaksudkan agar anak-anak tumbuh dewasa dengan kondisi fisik yang kuat, sehat, bergairah, dan bersemangat. Amanat ini di dalamnya berisi tentang tanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga dan anak; mengikuti aturan kesehatan dalam makan, minum dan tidur; melindungi diri dari penyakit menular; merealisasikan prinsip tidak boleh menyakiti diri sendiri dan orang lain; membiasakan anak berolah raga; membiasakan anak untuk zuhud dan tidak larut dalam kenikmatan; membiasakan anak bersikap tegas dan menjauhkan diri dari penggangguran, penyimpangan serta kenakalan.

Keempat, tanggung jawab pendidikan rasio (akal).

Orangtua dan pendidik hendaknya mampu membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat, seperti ilmu agama, kebudayaan dan peradaban. Di sini, anak diusahakan untuk selalu belajar, menumbuhkan kesadaran berpikir, dan kejernihan berpikir (baca: kesehatan berpikir).

Kelima, tanggung jawab pendidikan kejiwaan.

Pendidikan ini dimaksudkan untuk mendidik anak berani bersikap terbuka, mandiri, suka menolong, bisa mengendalikan amarah dan senang kepada seluruh bentuk keutamaan jiwa dan moral secara mutlak. Salah satu bentuknya adalah bagaimana mendidik anak untuk tidak bersifat minder, penakut, kurang percaya diri, dengki, dan pemarah.

Keenam, tanggung jawab pendidikan sosial.

Yakni mendidik anak sejak kecil agar terbiasa menjalankan perilaku sosial yang utama. Di antaranya berupa penanaman prinsip dasar kejiwaan yang mulia didasari pada akidah islamiah yang kekal dan kesadaran iman yang mendalam. Sehingga si anak di tengah-tengah masyarakat nantinya mampu bergaul dan berperilaku sosial dengan baik, memiliki keseimbangan akal yang matang dan tindakan yang bijaksana.

Ketujuh, tanggung jawab pendidikan seksual.

Di sini, orangtua dan pendidik hendaknya mampu mendidik tentang masalah-masalah seksual kepada anak, sejak ia mengenal masalah-masalah yang berkenaan dengan naluri seks dan perkawinan. Sehingga ketika anak telah tumbuh menjadi seorang pemuda dan dapat memahami urusan-urusan kehidupan, ia telah mengetahui apa saja yang diharamkan dan apa saja yang dihalalkan. Lebih jauh lagi, ia diharapkan mampu menerapkan tingkah laku islami sebagai akhlak dan kebiasaan hidup, serta tidak diperbudak syahwat dan tenggelam dalam gaya hidup hedonis. Wallahu a’lam. ***

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca