📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!
Oleh: ARDA DINATA
Menurut As-Sayyid bin Abdul Maqshud, mereformasi dan menjaga kesucian hati merupakan keharusan bagi setiap muslim. Sebab, hati adalah poros kehidupan (perilaku) seseorang. Bila hati bersemayam di atas kebenaran, maka selamatlah seluruh anggota badan dengan tetap berada di jalan kebenaran dan kebaikan. Bila hati telah taat kepada Allah, maka seluruh raga manusia akan taat kepada-Nya.
Mengingat pentingnya reformasi hati ini, maka Ibnul Qayyim Al-Jauziah berkata, “Waspadalah kamu bila saja Allah melihatmu sedang melakukan hal-hal yang dilarang-Nya, dan waspadalah bila saja Allah melihatmu sedang meninggalkan hal-hal yang diperintahkan-Nya.”
Agar aktivitas hati nurani manusia selamat dalam perjalanan menuju Ilahi, maka hati kita harus selalu dihidupkan dan menghindari dari jeratan hawa nafsu. Berikut ini beberapa perilaku yang membangunnya.
Mengikuti Sunah Nabi Saw
Merenungkan, mengikuti dan meneladani perilaku Nabi Saw (cara beribadah, akidah berinteraksi dengan sesama, dll), tentu akan menghidupkan hati yang mati. Sehingga dengan mengkaji kembali akhlak beliau, kita akan termotivasi untuk mengikutinya.
Salah satu perilaku yang dianjurkan adalah mendengar dan menyimak ayat-ayat Alquran merupakan salah satu jalan untuk menghidupkan hati nurani.
Memaknai Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh merupakan bahasa peringatan dari Allah melalui perubahan yang terjadi pada manusia. Misalnya adanya uban adalah preposisi kematian. Bila uban telah bertebaran, itu pertanda ajal sudah menunggu di ambang pintu. Karenanya, segera hati nurani kita untuk bertobat dan kembali ke pangkuan-Nya.
Bahasa tubuh lainnya berupa curahan nikmat dalam hidup. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Fatwa, diantara hal yang dapat menggerakkan dan menghidupkan hati adalah memikirkan karunia dan nikmat Allah Swt.
Oleh karena itu, bagi seorang mukmin sejati tiada pintu kebaikan yang terbuka dan kesempatan yang ada, melainkan dimanfaatkannya secara maksimal untuk menabung kebaikaan bagi akhir kehidupannya kelak. Ia tidak pernah puas dan cukup dengan bekal ketaatan yang pernah diamalkannya.
Banyak Berdzikir dan Berdoa
Berdzikir kepada Allah merupakan suatu usaha taqarrub dan bentuk amalan yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Allah telah memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berdzikrullah sebagai upaya untuk menghidupkan sanubarinya (baca: QS. Al-Baqarah [2]: 152).
Sementara itu, keberadaan doa sesungguhnya dapat menyadarkan hati seorang hamba kepada Allah Swt. Dengan doa, orang yakin bahwa hanya Allah-lah yang kuasa memberi manfaat, menolak bahaya, serta menghidupkan dan mematikan hamba-Nya.
Berkunjung pada Ulama dan Orang Saleh
Menjalin persaudaraan dan menggunjungi para Ulama dan orang-orang saleh membawa dampak psikologis yang besar bagi perbaikan hati dan menghidupkan moralitas seseorang. Ulama di sini adalah Ulama yang ikhlas dalam kata dan perbuatan, mengamalkan pengetahuan yang dimiliki dan zuhud serta wara’ dalam kesehariannya.
Salah satu bentuk kunjugan tersebut ialah aktif mendengarkan fatwa dan ceramah agama. Aktivitas berkunjung semacam ini, ibarat cemeti yang dapat mencambuk hati yang lalai dan bisa menjadi bekal ke alam baqa.
Menyaksikan Proses Pemakaman Jenazah
Setiap mendengar berita duka tentang kematian, seketika itu kita terhenyak dan mulai introspeksi diri. Sudah cukupkah bekal kita jika suatu saat dipanggil-Nya. Apalagi, bila kita ikut memandikan jenazah, keinginan untuk membenahi diri dan memperbanyak amal saleh kian besar.
Mendengar dan melihat langsung proses pemakaman jenazah merupakan hal-hal yang dapat menggugah dan menyadarkan hati nurani. Pikirannya melayang, jasad itu kini berselimutkan kain kafan, beralaskan tanah dan menyesakkan. Ia hanya berteman amal salehnya.
Mengingat Dosa, Surga dan Neraka
Mengingat perbuatan dosa, kita diharapkan mampu menggerakkan hati nurani untuk menjauhinya. Ibnul Qayyim menyatakan, ketahuilah, sesungguhnya sanksi dan siksa terhadap dosa-dosa itu bermacam-macam. Ada siksa di alam barzakh, di hari Mahsyar, dll. Jadi, tiada dosa yang luput dari siksa.
Adapun banyak mengingat surga membuat diri selalu memacu untuk taat kepada Allah agar dapat meraihnya kelak. Sedangkan mengingat neraka dapat menimbulkan rasa takut dan khawatir dalam diri kita sehingga berupaya mengumpulkan bekal yang banyak dan berhenti melakukan kezaliman.
Sering Meraba Derita Orang
Derita orang sakit dapat berkurang bila kita yang sehat menjenguknya. Perilaku ini selain bernilai pahala di sisi Allah, juga dapat menggerakkan hati untuk mensyukuri karunia-Nya dengan taat terhadap segala perintah Allah Swt.
Sementara itu, perilaku mengasihi orang-orang miskin dan menyantuni anak yatim piatu dengan mencukupi kebutuhannya, adalah salah satu pintu kebaikan dan dapat menggerakkan hati ke jalan Allah Swt.
Itulah beberapa pelita reformasi hati yang dapat diterapkan untuk menghidupkan dan membangunkan kembali hati nurani yang telah mati agar menyalanya kembali hati nurani menuju Ilahi. Wallahu’alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.
Menurut As-Sayyid bin Abdul Maqshud, mereformasi dan menjaga kesucian hati merupakan keharusan bagi setiap muslim. Sebab, hati adalah poros kehidupan (perilaku) seseorang. Bila hati bersemayam di atas kebenaran, maka selamatlah seluruh anggota badan dengan tetap berada di jalan kebenaran dan kebaikan. Bila hati telah taat kepada Allah, maka seluruh raga manusia akan taat kepada-Nya.
Mengingat pentingnya reformasi hati ini, maka Ibnul Qayyim Al-Jauziah berkata, “Waspadalah kamu bila saja Allah melihatmu sedang melakukan hal-hal yang dilarang-Nya, dan waspadalah bila saja Allah melihatmu sedang meninggalkan hal-hal yang diperintahkan-Nya.”
Agar aktivitas hati nurani manusia selamat dalam perjalanan menuju Ilahi, maka hati kita harus selalu dihidupkan dan menghindari dari jeratan hawa nafsu. Berikut ini beberapa perilaku yang membangunnya.
Mengikuti Sunah Nabi Saw
Merenungkan, mengikuti dan meneladani perilaku Nabi Saw (cara beribadah, akidah berinteraksi dengan sesama, dll), tentu akan menghidupkan hati yang mati. Sehingga dengan mengkaji kembali akhlak beliau, kita akan termotivasi untuk mengikutinya.
Salah satu perilaku yang dianjurkan adalah mendengar dan menyimak ayat-ayat Alquran merupakan salah satu jalan untuk menghidupkan hati nurani.
Memaknai Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh merupakan bahasa peringatan dari Allah melalui perubahan yang terjadi pada manusia. Misalnya adanya uban adalah preposisi kematian. Bila uban telah bertebaran, itu pertanda ajal sudah menunggu di ambang pintu. Karenanya, segera hati nurani kita untuk bertobat dan kembali ke pangkuan-Nya.
Bahasa tubuh lainnya berupa curahan nikmat dalam hidup. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Fatwa, diantara hal yang dapat menggerakkan dan menghidupkan hati adalah memikirkan karunia dan nikmat Allah Swt.
Oleh karena itu, bagi seorang mukmin sejati tiada pintu kebaikan yang terbuka dan kesempatan yang ada, melainkan dimanfaatkannya secara maksimal untuk menabung kebaikaan bagi akhir kehidupannya kelak. Ia tidak pernah puas dan cukup dengan bekal ketaatan yang pernah diamalkannya.
Banyak Berdzikir dan Berdoa
Berdzikir kepada Allah merupakan suatu usaha taqarrub dan bentuk amalan yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Allah telah memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berdzikrullah sebagai upaya untuk menghidupkan sanubarinya (baca: QS. Al-Baqarah [2]: 152).
Sementara itu, keberadaan doa sesungguhnya dapat menyadarkan hati seorang hamba kepada Allah Swt. Dengan doa, orang yakin bahwa hanya Allah-lah yang kuasa memberi manfaat, menolak bahaya, serta menghidupkan dan mematikan hamba-Nya.
Berkunjung pada Ulama dan Orang Saleh
Menjalin persaudaraan dan menggunjungi para Ulama dan orang-orang saleh membawa dampak psikologis yang besar bagi perbaikan hati dan menghidupkan moralitas seseorang. Ulama di sini adalah Ulama yang ikhlas dalam kata dan perbuatan, mengamalkan pengetahuan yang dimiliki dan zuhud serta wara’ dalam kesehariannya.
Salah satu bentuk kunjugan tersebut ialah aktif mendengarkan fatwa dan ceramah agama. Aktivitas berkunjung semacam ini, ibarat cemeti yang dapat mencambuk hati yang lalai dan bisa menjadi bekal ke alam baqa.
Menyaksikan Proses Pemakaman Jenazah
Setiap mendengar berita duka tentang kematian, seketika itu kita terhenyak dan mulai introspeksi diri. Sudah cukupkah bekal kita jika suatu saat dipanggil-Nya. Apalagi, bila kita ikut memandikan jenazah, keinginan untuk membenahi diri dan memperbanyak amal saleh kian besar.
Mendengar dan melihat langsung proses pemakaman jenazah merupakan hal-hal yang dapat menggugah dan menyadarkan hati nurani. Pikirannya melayang, jasad itu kini berselimutkan kain kafan, beralaskan tanah dan menyesakkan. Ia hanya berteman amal salehnya.
Mengingat Dosa, Surga dan Neraka
Mengingat perbuatan dosa, kita diharapkan mampu menggerakkan hati nurani untuk menjauhinya. Ibnul Qayyim menyatakan, ketahuilah, sesungguhnya sanksi dan siksa terhadap dosa-dosa itu bermacam-macam. Ada siksa di alam barzakh, di hari Mahsyar, dll. Jadi, tiada dosa yang luput dari siksa.
Adapun banyak mengingat surga membuat diri selalu memacu untuk taat kepada Allah agar dapat meraihnya kelak. Sedangkan mengingat neraka dapat menimbulkan rasa takut dan khawatir dalam diri kita sehingga berupaya mengumpulkan bekal yang banyak dan berhenti melakukan kezaliman.
Sering Meraba Derita Orang
Derita orang sakit dapat berkurang bila kita yang sehat menjenguknya. Perilaku ini selain bernilai pahala di sisi Allah, juga dapat menggerakkan hati untuk mensyukuri karunia-Nya dengan taat terhadap segala perintah Allah Swt.
Sementara itu, perilaku mengasihi orang-orang miskin dan menyantuni anak yatim piatu dengan mencukupi kebutuhannya, adalah salah satu pintu kebaikan dan dapat menggerakkan hati ke jalan Allah Swt.
Itulah beberapa pelita reformasi hati yang dapat diterapkan untuk menghidupkan dan membangunkan kembali hati nurani yang telah mati agar menyalanya kembali hati nurani menuju Ilahi. Wallahu’alam.***
Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.
Tags
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / BacaBersahabat Dengan Nyamuk
Beli / BacaRahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / BacaMembongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / BacaPendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / BacaBersahabat Dengan Malaria
Beli / BacaAtasi Penyakit Skabies
Beli / BacaSanitasi Atasi Stunting
Beli / BacaStandar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaRahasia Kimia Cinta
Beli / BacaKesehatan Ibu & Anak
Beli / BacaMenguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / BacaSMART Sanitation
Beli / BacaPola Makan Sehat di Era Digital
Beli / BacaDunia Sanitasi Lingkungan
Beli / BacaManusia dan Lingkungan
Beli / BacaKepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / BacaKeperawatan Jiwa
Beli / BacaDasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaEpidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / BacaKesehatan Alat Makan
Beli / BacaProduktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / BacaMindmap Penulisan Buku
Beli / BacaMenjadi Penulis Mandiri
Beli / BacaStrategi Produktif Menulis
Beli / BacaCreative Writing & Writerpreneurship
Beli / BacaMembangun Keluarga Berkualitas
Beli / BacaKebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / BacaKeluarga Penuh Cinta
Beli / BacaMelapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / BacaPernikahan Berkalung Pahala
Beli / BacaMengikat Cinta Kasih
Beli / BacaSurga Perkawinan
Beli / BacaIbu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / BacaAyahku, Guruku, Guru Kami
Beli / BacaCerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / BacaRETAKAN
Beli / BacaPecahan Cinta
Beli / BacaWhispers of the Sunset
Beli / BacaEpos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / BacaMelangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / BacaMenjadi Orang Bahagia
Beli / BacaMerajut Cinta Allah
Beli / BacaPemberdayaan Majelis Taklim
Beli / BacaBermesraan Dengan Kebaikan
Beli / BacaDear Friend
Beli / BacaTaman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca